Tuesday, May 7, 2019

Berkah Pengetahuan Ilmiah

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Munculnya Ilmu di masa kejayaan Yunani telah membebaskan manusia dari kungkungan takhayyul dan mistik yang sebelumnya mencengkram sangat kuat. Pada masa sebelumnya, alam merupakan sesuatu yang penuh misteri dan menakutkan bagi manusia. Apa-apa yang dianggap aneh dari alam merupakan suatu yang menakutkan baginya. Jika ada gunung meletus dianggap sebagai kemarahan 'dewa bumi' dan karenanya maka kita harus mengirimkan sesembahan kepadanya. Contoh yang baik untuk diutarakan di sini adalah masalah perdukunan dan tukang ramal...

Regresi Linear

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Banyak penelitian (kuantitatif) bertujuan untuk menprediksikan suatu variable dari informasi2 yang diperoleh dari suatu variabel atau variabel2 lain. Misalnya: apakah keadaan cuaca dapat diramlkan dari suhu, tekanan udara, kelembaban udara, dan kecepatan amgin?. Dan lain sebagainya...
Suatu variabel dapat di diramalkan apabila antara bariabel yg diramalkan (kriterium), dan variabel yg digunakan untuk meramalkan (prediktor), terdapat korelasi yg signifikan.

Filsafat Analitik & Filsafat spekulatif

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Filsafat analitik adalah filsafat yg memusatkan kajiannya kepada analisis yg cermat pada makna berbagai pengertian yg dibahas oleh filsafat. Seperti: substansi, eksistensi, moral, realitas, sebab, nilai, kebenaran, kebaikan, keindahan dan kemestian.
Sedangkan filsafat dpekulatif adalah usaha menyusun sebuah sistem ide-ide umum yg berpautan, logis, dan perlu yg dalam kerangka sistem itu setiap unsur dari pengalaman kita dapat ditafsirkan.
(Gie, 2012:11)

Penalaran Deduktif & Induktif

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Perlu dsadari bahwa peradaban Yunani baik pada masa thales maupun socrates telah memberikan sumbangan bagi ilmu. Salah satunya adalah mengenai penalaran.
Berbicara ttng penalaran maka kita tidak bisa tidak juga harus berbicara ttng Aristoteles sebagai peletak dasar2 penalaran deduktif. Penalaranbdeduktif yg dimaksud adalah logika formal yang kita sebut dengan silogisme.
Silogisme merupakan seperangkat pernyataan yg berfungsi sebagai penuntun cara berfikir (menggunakan bahasa) yg dimulai dari sebuah pernyataan umum nenuju kesimpulan yg ditarik dengan perantara pernyataan yg lain yg berhubungan.

Penelitian: anatara cross sectional expost facto & cross longitudinal ekspost facto

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Pernahkah anda melihat gambar ini?
Ya. Gambar ini biasa kita temui di kantor bidan desa atau semacamnya.
Lebih dari itu hsrus kita sadari bahwa gambar yg begitu sederhana tapi menarik itu adalah hasil penelitian juga. Hanya saja penyajiannya yg berbeda. Jika kita para akademisi dan mahasiswa biasa menyajikan hasil penelitian dalam bentuk jurnal, laporan penelitian, skripsi, tesis maupun desertasi. Para praktisi seperti dokter dan bidan teebiasa menyajikan hasil penelitian dalam bentuk visual sebagaimana diatas.
Gambar di atas juga memberikan kita pelajaran bahwa dalam kaitannya degan waktu, sebuah penelitian bisa dilaksanakan dengan dua cara. (1) penelitian sekali waktu, dan (2) penelitian antar waktu. Penelitian sekali waktu adalah penelitian yg dilaksanakan dalam sekali waktu (periode) seketika. Sedangkan penelitian lintas waktu adalah penelitian yg dilakan tidak dalamnsekali waktu. Melainkannembutuhkan waktu relatif lama. Bisa tahunan. Penelitian lintas waktu ini kita istilahkan dalam bahasa inggris dengan cross sectional expost facto. Sedangkan penelitian antar waktu kita sebut dengan cross longitudinal expost facto.

Tanggapan Saya atas Rocky Gerung

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Beberapa waktu terakhir ini sempat diramaikan oleh perbincangan mengenai pernyataan Rocky Gerung yang mengatakan bahwasanya kitab suci itu adalah fiksi. Pernyataan ini menanggapi tentang pidato internal Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Indonesia akan bubar tahun 2030, yang disinyalir bahwa pernyataan ini dipengaruhi oleh sebuah buku fiksi. Ramainya perbincangan ini tentu saja juga disebabkan oleh media sosial juga.

Filsafat Etika & Moral

Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd

Di kalangan masyarakat pada umumnya, terjadi kerancuan antara apa yang dimaksud dengan istilah etika dan moral. Pada kebiasaannya etika disamakan artinya dengan moral. Orang yang tidak bermoral disebut dengan tidak beretika, dan juga sebaliknya, saat kita melihat sesuatu yang tidak pantas berdasarkan suatu norma atau aturan dilakukan oleh seseorang, kita menyebutnya sebagai tidak etis. Apakah memang benar demikian?
Etika merupakan salah satu bidang kajian filsafat pada bagian aksiologi. Ia adalah filsafat (pemikiran) yang mengkaji tentang nilai benar dan salah, baik dan tidak baik. Lebih jauh, dikatakan bahwa etika itu berkaitan dengan pemahaman akan orientasi.

APAKAH FILSAFAT ITU SESAT?