Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Showing posts with label Refleksi. Show all posts
Monday, April 19, 2021
Monday, March 15, 2021
Monday, November 9, 2020
Friday, October 30, 2020
Monday, October 26, 2020
Monday, February 17, 2020
Monday, October 28, 2019
KAPAN FILSAFAT BERAKHIR & ILMU DIMULAI?
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Pada awalnya filsafat mempertanyakan sesuatu yang asasi dari semua yang ada (being) dan yang nyata (reality). Pada awalnya setiap kebenaran dilandaskan pada pemikiran dan alasan-alasan yang logis. Sehingga di antara para pemikir terjadi berbagai macam perbedaan pendapat.
Kemudian, terdapat suatu pikiran bahwa: apa yang terlihat dengan indera adalah yang senyatanya (positif). Dan juga di antara para pemikir itu ada yang menyatakan bahwa setiap apa yang kita pikirkan dalam bingkai kaidah berfikir yang lurus haruslah dibutktikan. Dari sinilah maka ilmu berkembang. Secara perlahan lalu ilmu menjadi popular dan menggantikan filsafat. Filsafat alam berganti menjadi ilmu alam. Dan orang yang mengusahakannya berganti sebutan dari filsuf alam sejak zaman Sokrates menjadi ilmuwan alam.
Saturday, September 28, 2019
ANTARA HUKUM ALAM DAN HUKUM SOSIAL
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd.
Ketika tulisan ini ditulis, penulis baru saja menonton sebuah film kolosal di salah satu televisi swasta berjudul "Wasiat Kyai Smaningrat". Dalam suatu adegan 2 (dua) orang pemeran utama kakak beradik sedang menolong para penduduk desa dari serangan perampok. Kedua kakak beradik itu dapat mengalahkan gerombolan perampok itu. Setelah ketua perampok itu dapat dilumpuhkan dan semua pengikutnya mati terbunuh, terjadilah perdebatan tentang bagaiman nasib ketua perampok yang telah babak belur dan menyerah itu. Haruskah dibunuh atau diampuni. Sang kakak mengambil keputusan gegabah sebelum musyawarah selesai dengan membunuhnya. Sang adik lalu menegur: "mengapa harus diunuh?, bukankah dengan demikian kakak telah bertindak sama kejamnya dengan perampok?"
Wednesday, September 25, 2019
ILMU SOSIAL YANG BELUM DEWASA
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Kenyataan dan pernyataan bahwa perkembangan ilmu sosial jauh lebih tertinggal dari pada ilmu alam adalah benar adanya. Bahkan di antara para ilmuwan sosial ada yang secara lebih jauh mengatakan bahwa ilmu sosial tidaklah akan sampai pada tingkat disiplin ilmu saintifik yang sesungguhnya. Hal ini meskipun terkesan terlalu berlebihan namun jika melihat kondisinya yang sekarang memang sepertinya masih jauh untuk mencapai tingkatan ilmu teoritis yang sesungguhnya sebagaimana yang telah dicapai ilmu alam.
Tuesday, September 3, 2019
MATEMATIKA SEBAGAI SOLUSI KONFLIK PENALARAN
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Sebelumnya telah dibahas mengenai matematika dan logika deduksi. Juga telah dibahas mengenai matematika sebagai sarana Ilmu. Kedua artikel tersebut secara tersirat menyatakan kepada kita bahwa dengan matematika dapat digunakan sebagai sarana penalaran akan gejala alam dengan jangkauan yang cukup jauh.
***
KEPENTINGAN KOMUNIKASI ILMIAH DALAM ILMU ALAM
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Salah satu aturan main dalam penyelidikan ilmu alam adalah bahwasanya ia harus terbuka untuk diuji oleh orang lain yang berkehendak mengujinya. Sehingga dari situlah ketangguhan ilmu dapat dibuktikan. Singkatnya, bahwa dalam ilmu alam konsis-tensinya harus teruji dengan pengamatan berulang.
Thursday, August 29, 2019
SUATU KETIKA DALAM DUDUK TERMENUNG SAYA
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Setelah perkenalan saya akan filsafat dan theologia yang lebih serius, maka saya mulai memikirkan suatu hal yang lebih banyak dan tema yang lebih besar dari pada sebelumnya. Dan meskipun Zuhairini mengatakan bahwa para filosof di zaman mutakhir ini sudah tidak lagi membicarakan hal-hal yang besar, melainkan terkotak-kotak pada suatu ranah yang semakin sempit, namun saya merasa tidak demikian. Karena yang ada dalam pikiran saya setelah mencoba serius dengan filsafat justru tema-tema besar. Pikiran mengenai hakikat keberadaan (eksistensi), hakikat kenyataan dan lain-lain hal berkaitan dengan bahasan filsafat.
Suatu hal yang sangat menyita waktu dan pikiran saya lebih banyak dan lebih serius adalah pikiran mengenai eksistensi Tuhan. Khususnya mengenai apakah Tuhan benar-benar ada?. Apakah Tuhan benar-benar berkehendak pada diri saya dan segala realitas?.
Thursday, August 15, 2019
Tuesday, July 16, 2019
Wednesday, July 10, 2019
AL-KHAWARIZMI, BAHASA & MATEMATIKA
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Ketika artikel ini ditulis, penulis baru saja mencetak beberapa literatur yang ada dalam laptop dalam bentuk file. Hal demikian ini untuk persiapan penulis mengajar dan untuk baca-baca sendiri. Setelah selesai beberapa literatur dicetak, penulis kemudian secara tidak sengaja terpikir untuk mencetak pula sebuah kitab matematika karya matematikawan muslim abad tengah: al-Khawarizmi berjudul: Al-Jabru wal Muqabalah yang juga ada dalam laptop penulis. Secara bebas judul kitab ini mungkin bisa diterjemahkan sebagai: Operasi Al-Jabar. Kitab ini baru saja penulis dapatkan, namun belum sempat membacanya.
Saturday, June 29, 2019
MATEMATIKA & KEHARMONISAN SEMESTA
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Kisah kita tentang matematika, bermula dari kegiatan kita dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Mesir-lah yang sepertinya pertama kali memulai. Mereka sudah menggunakan simbol-simbol bilangan untuk menghitung hasil tangkapan dan menentukan luas lahan pertanian dan pajaknya. Hal ini menjadi awal mula aritmetika dan geometri.
Wednesday, June 26, 2019
HAKIKAT MATERI & KEKELAN MANUSIA
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Pada dasarnya, setiap hal yang dapat diindera oleh kita dan ada wujud fisiknya, maka itulah yang kita sebut sebagai 'materi'. Para filsuf sejak zaman Yunani telah memikirkan mengenai hakikat materi ini dalam unsur pembentuknya yang paling terdalam. Mereka merenungkan mengenai dari apa, dari mana materi alam ini terbentuk dalam hal hakikat terdalam yang membentuk. Mereka yang fokus filsafatnya lebih banyak berbicara tentang hal ini di masa sekarang disebut sebagai filsuf alam.
Saturday, June 22, 2019
KERANGKA BERFIKIR ILMU
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Pada dasarnya, pengetahuan ilmiah berusaha menyusun pengetahuan yang logis dan sistematis akan dunia yang empiris. Sehingga, pengetahuan ilmu bukan saja mengamati dunia empiris pengalaman manusia dengan begitu saja. Melainkan seluruh pengalaman itu harus disusun dalam penjelasan atau argumentasi yang logis dan koheren dengan pengetahuan sebelumnya. Oleh karenanya maka dikatakan bahwa metode ilmiah adalah metode penemuan kebenaran yang menggunakan prinsip rasionalisme dan empirisme sekaligus.
Sunday, June 16, 2019
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd Saya melihat, mengalami dan memikirkan bahwa dalam banyak kasus ketika saya dulu merencanakan suatu ...


















