Tuesday, January 18, 2022
Monday, April 19, 2021
Monday, March 15, 2021
Wednesday, January 27, 2021
Saturday, January 2, 2021
Monday, November 23, 2020
Saturday, November 14, 2020
Friday, November 13, 2020
Monday, November 9, 2020
Friday, October 30, 2020
Monday, October 26, 2020
Friday, July 31, 2020
Wednesday, April 22, 2020
KUNJUNGAN KE UNIRA MALANG
Pada hari selasa, 21 April 2020, saya berkunjung ke Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang. Saya diterima oleh Wakil Rektor I Unira Pak Dr. Sutomo. Beliau menerima saya bersama saudar Nur Ridwan, kepala bagian humas Unira.
Dalam kesempatan itu saya juga menyerahkan buku saya kepada Pak Tomo dan Unira sebagai institusi. Buku tersebut saya persembahkan sebagai tanda penghormatan saya kepada Unira sebagai salah satu almamater saya.
Dalam kesempatan itu saya juga menyerahkan buku saya kepada Pak Tomo dan Unira sebagai institusi. Buku tersebut saya persembahkan sebagai tanda penghormatan saya kepada Unira sebagai salah satu almamater saya.
Monday, April 13, 2020
Friday, March 27, 2020
Monday, February 17, 2020
Monday, October 28, 2019
KAPAN FILSAFAT BERAKHIR & ILMU DIMULAI?
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd
Pada awalnya filsafat mempertanyakan sesuatu yang asasi dari semua yang ada (being) dan yang nyata (reality). Pada awalnya setiap kebenaran dilandaskan pada pemikiran dan alasan-alasan yang logis. Sehingga di antara para pemikir terjadi berbagai macam perbedaan pendapat.
Kemudian, terdapat suatu pikiran bahwa: apa yang terlihat dengan indera adalah yang senyatanya (positif). Dan juga di antara para pemikir itu ada yang menyatakan bahwa setiap apa yang kita pikirkan dalam bingkai kaidah berfikir yang lurus haruslah dibutktikan. Dari sinilah maka ilmu berkembang. Secara perlahan lalu ilmu menjadi popular dan menggantikan filsafat. Filsafat alam berganti menjadi ilmu alam. Dan orang yang mengusahakannya berganti sebutan dari filsuf alam sejak zaman Sokrates menjadi ilmuwan alam.
Saturday, September 28, 2019
ANTARA HUKUM ALAM DAN HUKUM SOSIAL
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd.
Ketika tulisan ini ditulis, penulis baru saja menonton sebuah film kolosal di salah satu televisi swasta berjudul "Wasiat Kyai Smaningrat". Dalam suatu adegan 2 (dua) orang pemeran utama kakak beradik sedang menolong para penduduk desa dari serangan perampok. Kedua kakak beradik itu dapat mengalahkan gerombolan perampok itu. Setelah ketua perampok itu dapat dilumpuhkan dan semua pengikutnya mati terbunuh, terjadilah perdebatan tentang bagaiman nasib ketua perampok yang telah babak belur dan menyerah itu. Haruskah dibunuh atau diampuni. Sang kakak mengambil keputusan gegabah sebelum musyawarah selesai dengan membunuhnya. Sang adik lalu menegur: "mengapa harus diunuh?, bukankah dengan demikian kakak telah bertindak sama kejamnya dengan perampok?"
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Oleh: R. Ahmad Nur Kholis, M.Pd Sebelumnya telah dibahas mengenai matematika dan logika deduksi. Juga telah dibahas mengenai matem...
















